Nasional

Ponpes Pancasila Reo Sembelih Hewan Kurban, Dagingnya Juga Dibagi Ke Non Muslim

1325
Proses Penyembelihan Hewan Qurban di Ponpes Pancasila Reo. Foto Berto Davids/Sultraku

MANGGARAI, SULTRAKU.COM – Pondok Pesantren (Ponpes) Pancasila Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT menyembelih hewan kurban di hari raya Idul Adha 1442 Hijriah, pada Rabu (21/7/2021).

Hewan kurban itu berjumlah 13 ekor, diantaranya 10 ekor sapi dan tiga ekor kambing dan disembelih selama dua hari.

Kegiatan penyembelihan itu dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat, mulai dari penyediaan alat cuci tangan, penyediaan masker dan pengaturan jarak per individu.

Penyembelihan hewan tersebut juga melibatkan para santri dan warga sekitar serta jagal yang profesional.

Pengasuh Ponpes Pancasila Reo, Ustad Jiyanto mengatakan penyembelihan hewan kurban tersebut baru dilaksanakan sehari setelah salat Ied karena sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama RI nomor 16 tahun 2021 dan keputusan MUI Kabupaten Manggarai.

“Idul Adha nya memang sudah kemarin tanggal 20 Juli 2021. Tapi penyembelihan hewan kurbannya baru dilaksanakan setelahnya, itu sesuai surat edaran menteri dan keputusan MUI Kabupaten Manggarai,” kata Jiyanto.

Surat edaran tersebut bermaksud untuk memberi rasa nyaman kepada umat muslim di tengah pandemi COVID-19 dan munculnya varian baru yang belum terkendali. Oleh karena itu perlu dilakukan penerapan protokol kesehatan yang ketat sehingga hari raya Idul Adha sengaja dibuat terpisah dengan penyembelihan hewan kurban.

Demikian dalam pelaksanaan penyembelihan hewan juga dibentuk sebuah kepanitiaan khusus yang diketuai oleh Guru Ponpes Pancasila Reo, Ustad Rubin.

Terkait pemberian hewan kurban, Jiyanto mengaku pihaknya menerima sumbangan dari Ikatan Keluarga Besar Pondok Modern Gontor cabang NTT dan Yayasan Toifah Kupang sebanyak 7 ekor hewan.

Tak hanya itu, pihaknya juga menerima sumbangan dari PLN Ranting Ruteng, Pertamina Reo dan Program Kurban Patungan bersama umat muslim di Reok dan sekitarnya.

“Jadi hewan yang disembelih hari ini merupakan sumbangan dari pihak-pihak itu dan beberapa Program Kurban Patungan dari sesama kami sehingga kami pun melaksanakannya dengan penuh rasa tanggung jawab,” ungkap Jiyanto.

Lebih lanjut katanya, daging kurban yang disembelih itu akan didistribusikan ke seluruh umat muslim yang sebagiannya tersebar sampai ke Manggarai Timur.

“Dagingnya kita distribusikan sampai ke Pota Manggarai Timur, bahkan ada juga yang ke Reok Barat. Nanti pembagian lokasinya urusan panitia,” tutur Jiyanto.

Tak hanya untuk umat muslim, kata dia, daging kurban itu juga akan dibagikan ke umat non muslim di sekitar Ponpes Pancasila Reo yang juga membutuhkan.

“Umat non muslim di sekitar pondok juga dapat daging kurban dan itu dilakukan hampir setiap tahun. Hal ini sebagai wujud sedekah terhadap sesama,” tandas Jiyanto.

Ia pun menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih bagi para pekurban yang telah berpartisipasi dengan menyumbang hewan kurban untuk disembelih di Ponpes Pancasila Reo.

“Terima kasih bagi para pekurban atas kepercayaannya menyalurkan hewan kurban kepada Ponpes Pancasila Reo dan para calon penerima di Manggarai dan Manggarai Timur dan juga untuk para Santri,” ucap Jiyanto.

Pihaknya berharap agar amanah ini terus dilanjutkan di tahun-tahun yang akan datang dan Ponpes Pancasila Reo senantiasa mendoakan para pekurban agar apa yang sudah diberikan dapat diterima oleh Allah SWT sekaligus diberi rejeki yang berlimpah dan kesehatan di tengah pandemi COVID-19.

Nasional

Kegiatan ini juga mengundang sejumlah organisasi profesi yang ada di Makassar, untuk ikut live interaktif melalui zoom.
Ketua IJTI Sulsel Andi Muhammad Sardi atau lebih dikenal dengan sapaan Idho mengatakan, Talkshow Road to Kongres IJTI di Lombok akan membahas jurnalisme profesional di tengah disrupsi digital.

Exit mobile version