BOMBANA, SULTRAKU.COM – PT Timah Investasi Meneral wajibkan seluruh karyawannya mengikuti vaksinasi.
Saat ditemui, KTT PT Timah, Tatang mengatakan, vaksin yang digunakan adalah vaksin jenis sinopharm yang diadakan bekerjasama dengan Bio Farma Pusat.
“Sebagai bentuk dukungan program pemerintah dalam melawan Pandemi COVID-19, kami bekerja sama dengan Bio Farma Pusat mengadakan vaksin untuk seluruh Karyawan,” ujarnya, Senin (27/9/2021).
Dikutip dari laman liputan6.com terbitan Jumat (21/5/2021), Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengatakan, harga vaksin Sinopharm untuk gotong-royong sebesar Rp 321.660 per dosis merupakan termurah kedua dibanding negara lain. Bahkan, dibandingkan China harga Indonesia masih jauh lebih murah. Pengadaan vaksin sendiri, hanya boleh dilakukan oleh BUMN yang dilakukan oleh Biofarma.
Meski wajib, sejumlah karyawan yang telah mengikuti vaksinasi secara mandiri dengan menggunakan vaksin sinovac tidak akan lagi mengikuti vaksinasi gotong royong yang digelar oleh perusahaan.
“Karyawan yang ada disini kurang lebih 60 orang. Beberapa sudah ikuti vaksin mandiri. Jadi vaksin ini bagi yang belum serta keluarga karyawan. Dosis yang disediakan 200 untuk vaksin dosis I dan II,” Lanjut Tatang.
Tempat sama, pengelola Wilafarma Bombana, Nasrudin mengatakan, sesuai arahan biofarma pusat, program vaksinasi yang digelar oleh BUMN dibantukan oleh dokter dan vaksinator dari Puskesmas Kabaena Barat.
Kata Nasrudin, Vaksin Sinopharm ini memiliki priode waktu masa tunggu dari vaksin pertama dan kedua.
“Vaksin Sinopharm, membutuhkan 21 hari masa tunggu untuk vaksin kedua, dan harus vaksin yang sama,” ucap Nasrudin.
Sementara itu, KPM Kabaena Barat, Daeng Masiar menegaskan pasca vaksin akan turut melakukan pemantauan terhadap puluhan karyawan perusahaan.
“Kami bantukan dengan tenaga vaksinator. Pasca vaksin nantinya juga kami akan tetap lakukan pemantauan berkala menjaga ada reaksi yanh tidak baik,” pungkasnya.
