Metro

PC NU Kolaka Timur Usung Nasaruddin Umar sebagai Calon Ketum PB NU Periode 2026-2031

147
Ketua Tanfidziyah PC NU Kolaka Timur, Irwan Firdaus D, S.Ag., M.Si., yang menyatakan dukungan kepada Prof Dr KH Nasaruddin Umar sebagai calon Ketua Umum PB NU periode 2026-2031. Foto: Ist.

KOLAKA TIMUR, PRIMESULTRA.COM – Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PC NU) Kolaka Timur mengusung Nasaruddin Umar sebagai calon Ketua Umum PB NU periode 2026-2031 menjelang Muktamar ke-35 di Jombang dengan dukungan berbasis rekam jejak.

Dukungan tersebut disampaikan Ketua Tanfidziyah PC NU Kolaka Timur, Irwan Firdaus D, S.Ag., M.Si., menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 tahun 2026.

Menurut Irwan, Nasaruddin Umar merupakan salah satu figur yang memiliki kapasitas keilmuan dan pengalaman kepemimpinan yang dibutuhkan Nahdlatul Ulama dalam menghadapi tantangan memasuki abad kedua.

Menyongsong Abad Kedua Nahdlatul Ulama

Irwan mengatakan, NU membutuhkan sosok pemimpin yang tetap memiliki akar kuat pada tradisi keilmuan pesantren, sekaligus mampu menjembatani gagasan keislaman Nusantara dengan perkembangan peradaban dunia.

Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, dinilai menjadi momentum untuk mengonsolidasikan arah dakwah, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi umat.

Lokasi pelaksanaan muktamar juga memiliki kaitan dengan sejarah NU karena Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas merupakan lingkungan yang memiliki hubungan dengan KH Abdul Wahab Chasbullah, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama.

Dalam konteks tersebut, PC NU Kolaka Timur melihat Nasaruddin Umar sebagai figur yang memiliki latar belakang keilmuan dan pengalaman kepemimpinan yang relevan dengan kebutuhan organisasi.

“Prof Dr KH Nasaruddin Umar hadir sebagai sosok ulama persatu yang paripurna,” kata Irwan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (8/8/2026).

Kedalaman Ilmu dan Sanad Keulamaan

Salah satu pertimbangan PC NU Kolaka Timur adalah latar belakang Nasaruddin Umar sebagai ulama, akademisi, dan ahli tafsir.

Irwan menyebut Nasaruddin memiliki wawasan keislaman yang berakar dari tradisi pesantren dan diperkuat dengan penguasaan terhadap literatur klasik maupun modern.

Kapasitas keilmuan tersebut menjadi salah satu aspek yang dipertimbangkan dalam menentukan dukungan untuk calon Ketua Umum PB NU periode 2026–2031.

Selain keilmuan, pengalaman Nasaruddin dalam berbagai bidang juga menjadi bagian dari rekam jejak yang diperhitungkan. Ia diketahui memiliki pengalaman sebagai akademisi, Imam Besar Masjid Istiqlal, serta pernah menjalankan pengabdian di lingkungan kementerian.

Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal dalam menjalankan kepemimpinan yang dapat menjangkau berbagai elemen jamiyah dan umat.

NU Menghadapi Tantangan Abad Kedua

PC NU Kolaka Timur menilai Nahdlatul Ulama saat ini berada pada fase yang menghadirkan sejumlah tantangan baru. Di satu sisi, NU merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di dunia.

Di sisi lain, organisasi tersebut menghadapi persoalan yang berkaitan dengan ekonomi umat, politik identitas, disinformasi, serta perkembangan teknologi yang turut mengubah cara berpikir generasi muda.

Karena itu, menurut Irwan, kepemimpinan NU ke depan perlu tetap menjaga tradisi organisasi sekaligus memiliki kemampuan membaca perubahan zaman.

“NU butuh kepemimpinan yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mampu membaca tantangan zaman,” ujarnya.

Pandangan tersebut menjadi salah satu dasar PC NU Kolaka Timur dalam menentukan sikap menjelang Muktamar NU ke-35.

Dukungan dari Sulawesi Tenggara

Dari Sulawesi Tenggara, PC NU Kabupaten Kolaka Timur menyatakan dukungan kepada Nasaruddin Umar untuk menjadi calon Ketua Umum PB NU periode 2026-2031.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangka menyongsong Muktamar NU ke-35 tahun 2026. Dukungan itu sekaligus menjadi sikap PC NU Kolaka Timur dalam agenda pemilihan kepemimpinan PB NU.

“Maka pada kesempatan Muktamar Nahdlatul Ulama yang ke-35 tahun 2026, PC NU Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara, menyatakan sikap kami mendukung penuh Prof Dr KH Nasaruddin Umar untuk menjadi calon Ketua Umum PB NU periode 2026–2031,” kata Irwan.

Dukungan tersebut didasarkan pada sejumlahj pertimbangan yang disampaikan PC NU Kolaka Timur, terutama terkait kapasitas keilmuan, rekam jejak kepemimpinan, serta pengalaman Nasaruddin Umar dalam bidang akademik, keagamaan, dan pemerintahan.

Muktamar NU ke-35 selanjutnya menjadi forum bagi jajaran Nahdlatul Ulama untuk menentukan kepemimpinan organisasi periode mendatang, termasuk proses pemilihan Ketua Umum PB NU periode 2026–2031.

Penulis: Ahmad Jaelani

Exit mobile version