Regional

Risiko Anemia Meningkat pada Remaja Putri di Buton, Dinkes Beri Tablet Tambah Darah

175
×

Risiko Anemia Meningkat pada Remaja Putri di Buton, Dinkes Beri Tablet Tambah Darah

Share this article
Example 468x60

BUTON, SULTRAKU.COM – Tim Penggerak PKK Kabupaten Buton bekerja sama dengan Dinas Kesehatan menggelar aksi bergizi di SMAN 2 Lasalimu Selatan.

Aksi bergizi di sekolah tersebut dimaksudkan untuk menudukung program Pemkab Buton dalam menekan prevalensi angka stunting.

Example 300x600

Aksi begizi dibuka langsung Penjabat (Pj) Bupati Buton, La Ode Mustari. Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Buton disambut dengan tarian lawati oleh pelajar SMAN 2 Lasalimu Selatan. Tari lawati merupakan tari penyambutan tamu dari Buton dan tari puspanjali yang merupakan tari penyambutan tamu dari Bali.

Pj Bupati Buton, La Ode Mustari menyampaikan, prevalensi stunting di Kabupaten Buton terus mengalami penurunan, di mana tahun 2022 sebesar 19,22 turun menjadi 17,44 pada tahun 2023 dan diharapkan tahun 2024 mencapai 14% sesuai dengan kebijakan Pemerintah Pusat.

“Oleh sebab itu mulai sekarang kita harus berupaya bersama melakukan pencegahan dan penurunan stunting, melalui intervensi gizi seperti intervensi remaja putri, ibu hamil, maupun balita,” katannya, Jumat (20/10/2023).

Pj bupati menambahkan, dalam intervensi gizi sangat penting untuk mengonsumsi makanan yang bergizi, terutama di wilayah pesisir memiliki potensi ikan yang melimpah dan segar.

Oleh karena itu Pj Bupati Buton mengharapkan, terutama kepada orang tua untuk memberikan makanan bergizi seperti ikan, sayur-sayuran yang ditanam di kebun maupun buah-buahan.

“Saya mengingatkan kepada anak-anak semua agar jangan membiasakan memakan makan siap saji, yang tidak mengandung gizi yang sehat tepai memperbanyak makan makanan seperti ikan yang kaya akan protein. Termasuk juga pemberian tablet tambah darah agar anak-anak kita semua tumbuh dengan sehat dan cerdas,” katanya.

Mantan Camat Betoambari ini mengatakan, dengan kehadiran Dinas Kesehatan yang berkerjasama dengan puskesmas dan PKK kabupaten, kecamatan sampai desa untuk mensosialisasikan program aksi bergizi diharapkan prevalensi di Kabupaten Buton semakin menurun.

Ia harap agar program aksi bergizi ini dapat menjadikan sebuah gerakan semua stakeholder baik Dinas Kesehatan, dan OPD lain yang terlibat dalam aksi penurunan angka stunting, camat, kepala desa, lurah, ibu-ibu PKK dan Dharma Wanita harus menjadi sebuah gerakan untuk terus mensosialisasikan, sehingga timbul kesadaran masyarakat perlunya penanganan stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buton, Safaruddin mengatakan, aksi bergizi di sekolah ini dilatarbelakangi prevalensi anemia atau kurang darah pada remaja putri cukup tinggi, sehingga itu akan meningkatkan terjadinya stunting di masa depan.

Sehingga, oleh Pj Ketua TP PKK Kabupaten Buton berinisiatif untuk melakukan kerjsama melaksanakan kegiatan aksi bergizi di sekolah.

Kadis Kesehatan menjelaskan, anemia merupakan kondisi rendahnya hemoglobin dalam tubuh dan hemoglobin sangat penting karena mengikat oksigen sehingga oksigen masuk dalam sel tubuh hingga otak dan organ reproduksi, sehingga apabila remaja putri mengalami anemia, maka perkembangan organ reproduksi tidak dapat berkembang secara optimal, sehingga ketika berkeluarga organ reproduksi tidak berkembang secara maksimal untuk pertumbuhan janin, maka ini sangat penting untuk menurunkan angka stunting dimasa depan.

“Sehingga upaya pemerintah dalam mencapai generasi emas 2045 Indonesia yang ke-100 tahun, maka kita mulai dari sekarang sehingga kedepannya anak-anak kita tumbuh dengan sehat dan ke depannya mempunyai daya saing yang tinggi dan dapat bersaing di era yang akan datang,” katanya.

Kadis Kesehatan mengharapkan rangkaian kegiatan ini harus ada kelanjutan melalui peningkatan peran usaha kesehatan sekolah.

Dalam sambutannya, Pj Ketua TP PKK Kabupaten Buton, Andi Asniwati Mustari menyampaikan, dalam kegiatan aksi bergizi tersebut PKK Buton bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan Dinas Pendidikan yang dibantu oleh ketua-ketua Pokja baik PKK kecamatan, PKK Desa maupun Kelurahan.

“Untuk itu harapan saya kegiatan ini dapat terus berlanjut untuk mengatasi stunting karena tanpa penyuluhan ibu-ibu sebagai perpanjangan tangan dengan pemerintah, saya kira stunting tidak akan teratasi dengan baik. Oleh karena itu saya harapkan kerjasamanya terjalin dengan baik,” harapnya.

Pj Ketua TP PKK berharap kepada seluruh ibu-ibu untuk selalu mengayomi dan memperhatikan anak-anak mulai dari kebersihan, kesehatan anak dan memberi makanan yang bergizi kepada anak-anak. Sebab anak-anak kita ini merupakan anugerah dan anak merupakan harapan bangsa di masa depan.

Kegiatan tersebut selain pemberian tablet penambah darah juga dirangkaikan dengan kuis yang menyediakan hadiah rantang isi piringku.

Penulis: Febriyani
Editor: Kardin

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *