BAUBAU, SULTRAKU.COM – Bambang (27), Jasmin (25), dan Jimi (44), merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Baubau yang mendapatkan bantuan Peduli UMKM dari Polres dan BNI Cabang Baubau.
Pemberian bantuan itu digelar di Ruang Aula Arya Guna Polres Baubau, pada Selasa (3/8/2021).
Kapolres Baubau, AKBP Rio Tangkari mengungkapkan, pihaknya bekerja sama dengan BNI Cabang Baubau dalam program peduli UMKM.
UMKM binaan Polres itu sendiri kurang lebih 10 sampai 15 UMKM yang diberi bantuan secara bertahap, sebagai langkah awal mereka untuk mempersiapkan usahanya yang sedang ditekuni agar lebih bisa berkembang.
“Kita bersama BNI ingin melakukan pendampingan, kita ingin mendorong pelaku- pelaku UMKM, yang memiliki semangat, yang memiliki visi dan misi yang baik untuk mengembangkan usahanya dan bisa menjadi inspirasi untuk UMKM yang lainnya,” Jelas Rio Tangkari dalam sambutannya.
Sementara Kepala BNI Cabang Baubau, Rahmat Ferdiansyah mengatakan, saat ini sedang bekerjasama dengan Polres untuk membangkitkan pelaku UMKM di Baubau.
“Itu pertama sekitar 10 sampai 15 orang kita bina. Namun kita perlu adanya percontohan. dari 15 itu terpilih lah tiga dulu sebagai langkah awal pendampingan supaya fokus,” Jelas Rahmat.
Bantuan peduli UMKM yang diberikan kepada pelaku usaha per orangnya senilai Rp 1 juta.
Bambang (27), selaku pelaku usaha lulur dan minyak gosok serai merah mengatakan, sejak dua tahun silam dirinya menekuni usaha lulurnya dan terus berkembang sampai saat ini. Sementara, untuk usaha minyak gosoknya baru mulai sebulan lalu produksinya.
“Karena belum ada izin edar kami produksi hanya sesuai pesanan, paling sehari 20 sampai 30 paket. Kalau minyak serai sehari 30 botol,” jelasnya.
Harga lulur per paket dijualnya Rp 35 ribu, minyak serai 60 ml Rp 35 ribu dan 100 ml Rp 60 Ribu. Penghasilan minyak serai dalam sehari Rp 350 ribu sementara lulur dalam seminggu Rp 200 ribu.
Lanjut Bambang, bantuan tersebut tentunya untuk awal tambahan modal usahanya.
“Harapan kami dapat memproduksi lebih banyak dan menyediakan bahan untuk persediaan stok pesanan,” harapnya.
Sedangkan Jasmin (25), pelaku usaha ikan kering yang diolah menjadi cimilan (kaholeo) menerangkan, kaholeo 50 gr miliknya diberi harga Rp 12 ribu per sasetnya. Dalam sehari usaha kaholeo dapat memproduksi sekitar 50 sampai 100 bungkus.
Kaholeo merupakan prodak lokal daerah yang memang telah ada. Namun dengan potensi yang ada, bahan tersebut diolah kembali dalam bentuk kemasan sehinga nantinya dapat dipasarkan lebih luas.
“Di sini kami kembangkan bagaimana caranya kita melalui kreativitas kita kembangkan rasanya menjadi varian rasa untuk kemudian dikemas agar kedepannya itu tidak dijual lagi secara tradisional,” jelas Jasmin.
Jasmin mengungkapkan, bantuan itu merupakan amanah dari Polres Baubau bersama BNI Cabang Baubau.
“Amanah ini Insya Allah kami akan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tutupnya.
Sementara Jimi (44), pelaku usaha perbengkelan mengaku telah lama membuka usahanya dan terus dikembangkan di Kota Baubau.
“Usahanya sejak masih bujang, kemudian saya kembangkan di Sulawesi Tenggara, Kendari terus lebarkan sayap di Baubau,” jelas Jimi.
Penghasilan usaha Jimi dalam sehari tidak menentu tergantung pesanan.
“Usaha perbengkelan tidak ada hitungan perharinya tergantung job,” ujarnya.
Jimi mengucapkan terimakasih atas bantuan UMKM yang telah diberikan dan akan memanfaatkan dengan baik.
“Terimakasih buat Bapak Kapolres dan Kepala BNI Kota Baubau, mudah-mudahan bermanfaat, berguna bagi usaha dan amanah yang kami jalankan berhasil,” tutup Jimi.















