KENDARI, SULTRAKU.COM – Indonesia telah memasuki usianya yang Ke-76 pada 17 Agustus 2021 mendatang.
Diusianya itu, Bangsa Indonesia harus mengalami cobaan berupa pandemi COVID-19. Semua pihak terdampak termasuk anak muda.
Dalam kesempatan itu pun Ketua LBH Perempuan dan Anak Berkeadilan (PERADIL), Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Hijriani, SH.MH berpesan bahwa anak muda harus banyak belajar dari situasi pandemi saat ini.
“Maka dalam kondisi (pandemi) hari ini anak muda harus belajar banyak, belajar dengan baik, dan mempunyai pengalaman baru,” kata Hijriani, Rabu (4/8/2021).
Menurut dia, setiap orang mempunyai kesempatannya masing-masing sebagai anak muda. Kesempatan ini haruslah dimanfaatkan dengan baik untuk terus belajar.
Dosen Fakultas Hukum Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) ini pun berpesan sebagai generasi muda jangan pernah merasa paling tahu segalanya.
Generasi muda, menurut Hijriani, harus terus belajar dan memiliki pengalaman dan effort dalam menghadapi situasi yang tidak biasa.
“Jangan hanya karena generasi muda maka seakan mengetahui banyak hal. Harus belajar baik dan punya pengalaman baik dan berinovasi baik,” katanya.
Selain itu, kunci utama untuk menjalankan usaha, lanjut Hijriani adalah kreatifitas dan inovasi.
“Selama punya inovasi kreatifitas itu dasarnya suatu spirit untuk maju,” ucapnya.
Terakhir, dalam kesempatan HUT Ke-76 Kemerdekaan RI , Hijriani berharap Indonesia dapat menjadi negara yang maju, makmur, dan adil.
“Semua itu tercantum dalam cita-cita konstitusi kita. Bagaimana bangsa ini dapat mewujudkan kemakmuran untuk segala lapisan masyarakat sebagai tujuan pokok bangsa ini,” ucapnya.
Lalu, apa makna kemerdekaan bagi generasi muda saat ini?
Sultraku.com menanyakannya kepada dua orang anak muda, dengan latar belakang berbeda. Apa kata mereka?
Parman, salah seorang Jurnalis berita antara.com, mengatakan, makna kemerdekaan baginya saat ini adalah merdeka adalah proses, bukan tujuan
“Saya rasa, merdeka itu proses, bukan tujuan,” ujar Parman.
Menurut dia, kita, Indonesia, dan dunia tidak mungkin merdeka seutuhnya. Yang harus dilakukan adalah dengan berproses menuju merdeka.
Sementara itu, Ahmad Tahir Jaya, Salah Seorang Pungusaha Muda Sultra mengatakan, jika baiknya pemerintah sebaiknya saat ini lebih fokus pada upaya mengatasi wabah pandemi COVID-19.
“Negara fokus saja mengatasi virus COVID-19,” lanjut dia.
Ia menilai, kemerdekaan adalah ketika negara benar-benar melindungi rakyatnya. Ahmad Tahir Jaya berharap, masyarakat juga saling peduli untuk menjaga jarak demi melindungi satu sama lain di tengah ancaman penyebaran virus COVID-19.
“Kita kuat kalau bersama,” ujar Ahmad.
