KENDARI, SULTRAKU.COM – Jelang pemilihan umum (Pemilu) serentak tahun 2024 mendatang, tidak dapat dipungkiri gesekan-gesekan sosial seringkali terjadi di masyarakat.
Sehubungan dengan hal tersebut, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bawaslu Kota Kendari melaksanakan sosialisasi pendidikan politik dan demokrasi kepada masyarakat.
Kepala Kesbangpol Kendari, Suhardin mengatakan, kegiatan tersebut diikuti oleh masyarakat yang selalu terlibat dalam demokrasi yaitu dari tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh perempuan
“Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, pesertanya dari 11 kecamatan di Kota Kendari dengan jumlah 100 orang peserta dan setiap harinya ada dua kecamatan,” ujarnya, Selasa (26/10/2021).
Tempat sama, Ketua Bawaslu Kota Kendari, Sahinuddin menerangkan, kedepannya pemilih akan didominasi oleh pemilih milenial atau pemilih muda.
“Kami berharap, di awal menjadi peserta Pemilu dalam artian pemilih, mereka sudah memiliki kesadaran yang baik sehingga bisa menular ke generasi selanjutnya,” ucapnya.
Lebih lanjut, Sahinuddin mengatakan, hal yang membuat khawatir semua pihak adalah jika politik uang tumbuh berkembang di masyarakat.
“Sehingga ke depan kita akan memberikan pemahaman dari kedua bela pihak karena politik uang bagi kami adalah kesadaran antara para elit dan pemilih, jika salah satunya tidak memiliki kesadaran itu tidak akan terjadi, para elit mungkin mau tapi masyarakat yang tidak mau atau mungkin masyarakat mau tapi para elit tidak mau,” paparnya.
“Dengan demikian yang diinginkan semua pihak, stakeholder dalam Pemilu itu baik peserta Pemilu maupun penyelenggara punya integritas yang baik,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menilai, giat sosialisasi sangat strategis dalam rangka upaya memberikan pemahaman politik ke berbagai elemen masyarakat.
Dia menyebut, ke depan generasi muda akan menjadi populasi terbanyak yang terlibat dan menentukan arah kebijakan politik baik di pusat maupun di daerah.
“Hal tersebut merupakan tantangan yang harus dihadapi ke depan dengan melibatkan generasi muda dalam aktivitas politik, jangan sampai generasi muda apolitis, tidak mau terlibat dalam politik, alergi dengan politik, itu yang kita tidak di inginkan,” kata Sulkarnain.
Sulkarnain menegaskan, kualitas demokrasi akan semakin baik jika proses politik tidak berbiaya mahal dengan tidak menilai politik dengan transaksi.















