Metro

Ali Mazi: Idul Fitri Momentum Silaturahmi dengan Menjaga Prokes

121
Gubernur Sultra, Ali Mazi sebelum melakukan salat idul fitri di Masjid Raya Al Kautsar. Foto: Ist

KENDARI, SULTRAKU.COM – Lebaran Idul fitri menjadi momentum yang sangat ditunggu-tunggu oleh kaum muslimin dan dirayakan oleh semua umat muslim. Salah satunya yaitu Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi.

Tepat 1 Syawal yang jatuh pada 2 Mei 2022, dia mengemukakan perayaan Idul Fitri 1443 Hijriyah tahun ini merupakan momentum untuk berkumpul bersama dan saling mengunjungi dengan sanak keluarga, bertatap muka dan memberi maaf dalam mempererat ikatan persaudaraan.

Namun demikian, masyarakat tetap diminta untuk menjaga protokol kesehatan mengingat pandemi COVID-19 belum sepenuhnya berakhir. Hal itu dikemukakan gubernur saat memberikan sambutan pada pelaksanaan salat hari raya idul fitri di Masjid Raya Al Kautsar, Kendari, Senin (2 Mei 2022).

“Alhamdulillah, tahun ini pemerintah telah memberi kelonggaran bagi masyarakat untuk mudik lebaran sebagai salah satu tradisi budaya umat Islam di Indonesia, setelah sekian tahun lamanya menanti dan merindukan suasana lebaran di kampung halaman,” katanya.

Gubernur mengingatkan, kelonggaran yang telah diberikan pemerintah tidaklah membuat kita lalai untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan dalam rangka memutus mata rantai virus COVID-19 di Indonesia, khususnya di daerah Sultra.

Salah satu kebijakan pemerintah terkait mudik lebaran adalah melakukan vaksinasi booster atau vaksin ketiga bagi para pelaku perjalanan. Vaksinasi merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam mewujudkan herd immunity atau kekebalan kelompok, sehingga masyarakat tidak mudah terpapar dan kebal terhadap virus corona.

“Oleh karena itu, pada kesempatan yang berbahagia ini, saya mengajak kepada seluruh masyarakat yang belum melakukan vaksinasi agar segera mendaftar untuk mendapatkan vaksinasi secara gratis dari pemerintah,” ujarnya.

Dia menambahkan untuk selalu berdoa pada Yang Maha Kuasa, agar di Indonesia, khususnya Sultra bisa segera terbebas dari pandemi COVID-19.

Selain sambutan gubernur, pelaksanaan salat Id juga diisi dengan khotbah yang dibawakan oleh Kepala Kanwil Kemenag Sultra, Zainal Mustamin dengan judul “Dimensi Ritual dan Sosial Ibadah Ramadhan Spirit Mewujudkan Sultra Bermartabat”.

Salah satu pesan yang disampaikan Kakanwil Kemenag dalam khotbahnya bahwa di dunia ini ada orang yang karena kearifannya selalu dapat menyampaikan pesan agama dan pembangunan secara menyenangkan. Selalu dapat menyelesaikan masalah dengan cara yang mudah.

Tapi sebaliknya, tak sedikit orang yang membuat persoalan yang sebenarnya gampang menjadi rumit dan menyusahkan, termasuk dalam soal agama.

“Ajaran Islam yang semula mudah dan sederhana, di tangan orang-orang sulit bisa berubah menjadi tak sederhana dan bahkan memberatkan,” kata Kakanwil Kemenag.

Kakanwil mengutip kalimat Prof Imam Slamet Santoso, seorang Guru Besar Universitas Indonesia, “orang bijak memecahkan masalah yang rumit dengan cara yang gampang. Sedangkan orang yang bodoh menyelesaikan masalah yang gampang dengan cara yang rumit”.

Dalam pelaksanaan salat Id tersebut, tampak Pj Sekretaris Daerah Sultra. Asrun Lio mendampingi Gubernur dan mantan Sekda Sultra, Nur Endang Abbas.

Setelah merayakan salat Id, bersama dengan putra puterinya, Gubernur Ali Mazi melakukan ziarah kubur ke makam mendiang Ibu Agista Ariani yang wafat pada 13 Juli 20221 silam.

Sebelumnya, pada malam takbiran, gubernur juga melakukan pengecekan pos pengamanan idul fitri di sejumlah titik di Kota Kendari, bersama dengan jajaran pimpinan TNI/Polri di Sultra.

Reporter: Nur Khumairah Sholeha Hasan
Editor: Kardin

Exit mobile version