KENDARI, SULTRAKU.COM – Menjelang awal tahun politik 2024, informasi hoaks mulai menyebar di media sosial sehingga menimbulkan dampak di masyarakat.
Masyarakat Anti Fitnah (Mafindo) Kendari bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Asosiasi Media Cyber Indonesia, didukung oleh google menggelar Prebungking Champaign (kampanye prebanking) untuk mencegah dan menangkal penyebaran informasi hoaks di Kolam Retensi Boulevard Kendari, Minggu (15/10/2023)
Koordinator Wilayah Mafindo Kota Kendari sekaligus PAC Kegiatan Prebungking Champaign, Marsia Sumule mengatakan, hoaks itu sebuah fenomena yang ada di media digital, apabila generasi muda berperan aktif di media digital maka hoaks merupakan bagian dari yang di konsumsi oleh generasi muda.
Hoaks itu juga yang mempengaruhi hal-hal yang menghambat generasi muda membangun bangsa ini, sehingga Mafindo Kendari memulai semua kampanye anti hoaks dari generasi muda.
Marsia Sumule juga berharap agar generasi muda dapat menjadi benteng utama dalam menangkal hoaks, generasi muda yang paling banyak di Indonesia, otomatis generasi yang paling mendominasi mengonsumsi media yang positif.
“Mengingat generasi muda adalah generasi penerus muda jadi generasi muda harus memperoleh informasi yang sifatnya lebih membangun yang positif, sehingga memiliki jiwa semangat dalam mengembangkan dirinya dan bangsa ini,” ucapnya.
Kegiatan ini diadakan dengan berbagai rangkaian games, antaranya games ular tangga yang disertai edukasi hoaks, ada pula kuis seputar pemilu dan cek fakta. Mafindo Kendari juga menyediakan photo booth dan sejumlah door prize bagi pemenang games.
Mafindo Kendari berhasil memancing minat warga untuk mengikuti prebungking Champaign ini yang dihadiri kurang lebih 100 peserta.
“Seru sekali games nya, selain saya dapat hadiah games saya juga mendapat banyak edukasi disini seputar cek fakta, dan setelah dari sini semoga saya bisa terapkan di lingkungan sekitar maupun keluarga,” ucap Fitri salah satu peserta cek fakta.
Program ini adalah program yang di utamakan dalam kelompok organisasi mafindo secara keseluruhan yang tersebar di 40 kota di Indonesia, sehingga kegiatan ini rangkaian dari kegiatan sebelumnya yaitu pelatihan prebungking, pelatihan cek fakta dan prebungking champaign yang merupakan program terakhir tahun ini.
Anggota Presedium Mafindo Pusat, Jumrana mengatakan, saat ini hoaks sangat mudah disebarkan di media sosial sehingga orang-orang mudah percaya pada hoaks, kebohongan yang sering disampaikan berulang-ulang akan dipercaya sebagai sebuah kebenaran, sehingga masyarakat mudah percaya. Sementara di media sosial tidak semua yang disampaikan itu benar.
Penyebaran informasi begitu cepat di era digital disebabkan oleh karakteristik media digital, salah satunya media partisipasi di mana semua orang bisa menyebarkan informasi termasuk informasi hoaks.
Jumrana pun menyampaikan tujuan kampanye prebungking ini, yaitu untuk mengedukasi masyarakat akan bahaya hoaks.
“Kami ingin mengedukasi masyarakat sambil bermain, karena bahaya nya hoaks dapat memicu fitnah sekaligus benci,” katanya.
Penulis: Rosmawati
Editor: Kardin
