KENDARI, SULTRAKU.ID – Mantan Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Alam, mengajak mahasiswa untuk menjaga kedaulatan wilayah Sultra.
Nur Alam menegaskan bahwa Provinsi Sultra tidak dibangun atas belas kasihan atau bantuan dari pihak luar, tetapi melalui perjuangan keras masyarakat lokal.
“Sejarah Sulawesi Tenggara bukanlah hasil dari belas kasihan orang luar atau pihak asing, tetapi dari perjuangan dan kerja keras masyarakat kita sendiri,” tegas Nur Alam, saat menghadiri penutupan History Festival 2024, Sabtu (16/11/2024) malam.
History Festival 2024 diselenggarakan oleh Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo (UHO). Acara ini berlangsung sejak 9 hingga 16 November 2924 yang diakhiri dengan kegiatan bertajuk Symphony Night di K-Toz, Jalan Saranani, Kota Kendari.
Saat menghadiri kegiatan tersebut, Nur Alam berharap agar mahasiswa sebagai generasi penerus dapat menjaga kehormatan dan kedaulatan daerah.
“Saya berharap kepada anak-anakku sekalian, sebagai generasi penerus di provinsi ini, dapat menjaga dan merebut kembali kehormatan Sulawesi Tenggara. Jangan biarkan wilayah ini diambil alih oleh pihak luar. Ini adalah bumi kita, yang harus kita jaga bersama,” tegas Nur Alam.
Kehadiran Nur Alam dalam acara tersebut dimaksudkan memberi semangat baru bagi mahasiswa untuk lebih peduli dan aktif dalam menjaga kedaulatan serta memajukan Sulawesi Tenggara.
History Festival 2024 tidak hanya diikuti oleh mahasiswa dari UHO, tapi juga melibatkan partisipasi dari berbagai perguruan tinggi lain di Kota Kendari.
Ketua Panitia History Festival 2024, Fitriani, mengapresiasi kehadiran Nur Alam dan menilai bahwa mantan Gubernur Sultra tersebut telah memberikan semangat baru bagi mahasiswa, terutama mahasiswa Pendidikan Sejarah UHO.
“Ini sebuah kebanggaan bagi kami, karena Bapak Nur Alam, tokoh Sulawesi Tenggara, bisa hadir di tengah ribuan mahasiswa yang memenuhi lokasi acara malam ini,” kata Fitriani.
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Mustaqim
