BUTON, SULTRAKU.ID — Di bulan Ramadan yang penuh berkah, siswa-siswi SD Negeri 55 Buton menunjukkan aksi nyata kepedulian terhadap sesama.
Pada hari Jumat (14/3/2025), mereka turun langsung ke Jl Jenderal Sudirman, Kelurahan Takimpo, untuk membagikan takjil kepada para pengendara yang melintas.
Kegiatan ini merupakan hasil dari infak yang dikumpulkan para siswa selama pesantren Ramadan di sekolah.
Kepala SD Negeri 55 Buton, La Ode Amane Anharu, mengatakan kegiatan ini diinisiasi oleh siswa yang gemar bersedekah.
“Bersama dewan guru, kami inisiasi untuk berbagi takjil, nanti siswa langsung yang bagikan, sebagai wadah untuk menumbuhkan gemar berbagi kepada siswa,” ungkapnya.
Bendahara SD Negeri 55 Buton, Wa Halusudi, menjelaskan bahwa infak tersebut dikumpulkan secara sukarela, tanpa paksaan, kemudian dialokasikan untuk berbagi kebahagiaan di bulan suci ini.
“Selama pesantren, siswa berinfak seikhlasnya. Dari dana yang terkumpul, kami alokasikan untuk berbagi takjil ini. Siswa langsung yang membagikan, tentu di bawah pengawasan kami,” ujar Halusudi.
Lebih dari sekadar berbagi, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan rasa empati dan membiasakan siswa untuk berbagi kepada sesama.
“Kami harap kegiatan ini dapat meningkatkan kepekaan siswa terhadap sesama dan menumbuhkan sikap gemar bersedekah,” harap Halusudi.
Dengan terlibat langsung dalam pembagian takjil, para siswa dapat melihat secara nyata manfaat dari infak yang mereka berikan. “Jadi, mereka tidak bertanya-tanya lagi uangnya lari ke mana,” tambah Halusudi.
Antusiasme terpancar dari wajah para siswa saat mereka membagikan takjil kepada setiap pengendara yang lewat. Mereka tampak sumringah dan bahagia dapat berbagi kebaikan.
Salah seorang pengendara, Dila, mengapresiasi upaya para guru dan siswa SDN 55 Buton. Ia berharap kegiatan positif ini dapat terus berlanjut karena memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter anak-anak.
“Saya harap kegiatan ini akan terus ada. Karena ini menumbuhkan kebiasaan berbagi pada anak-anak, apalagi mereka dalam masa pertumbuhan. Ini menjadi hal positif yang perlu terus dikembangkan,” ucap Dila.
Penulis: Febriyani
Editor: Mustaqim















