KENDARI, PRIMESULTRA.COM – Berjualan pisang selama lima tahun, Nanda di Kendari mengaku memperoleh penghasilan sekitar Rp 1 juta sehari dengan membuka lapak sejak pukul 06.00 hingga tengah malam.
Nanda memilih berjualan pisang karena ingin memiliki usaha sendiri. Keinginan tersebut mendorongnya merintis lapak dan terus menjalankan aktivitas perdagangan untuk mendapatkan penghasilan dari penjualan buah.
Setiap hari, Nanda mulai melayani pembeli sejak pukul 06.00 dan mengakhiri kegiatan berjualan pada pukul 00.00. Waktu operasional yang panjang itu menjadi bagian dari rutinitasnya dalam menawarkan pisang kepada pelanggan.
Pisang yang dijualnya dibanderol dengan harga beragam, mulai dari Rp 6.000 hingga Rp 8.500. Harga tersebut menjadi pilihan bagi pembeli yang ingin menyesuaikan pembelian dengan kebutuhan masing-masing.
Selama menjalankan usaha, Nanda mengaku tidak menghadapi kendala besar dalam kegiatan berjualan. Namun, jumlah pembeli yang tidak menentu terkadang membuat sebagian pisang tidak terjual dan mengalami kerusakan.
“Ketika pembeli sedang sepi, pisang yang tidak terjual terkadang menjadi bonyok atau rusak. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang harus dihadapi dalam menjalankan usaha pisang,” ujar Nanda kepada primesultra.com, Rabu (9/9/2026).
Pisang yang tidak segera terjual berisiko mengalami penurunan kualitas. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri karena buah yang rusak dapat mengurangi jumlah dagangan yang layak dijual dan memengaruhi hasil penjualan.
Meski demikian, Nanda tetap menjalankan usaha yang telah dirintis selama lima tahun. Ia berupaya mempertahankan lapaknya agar tetap beroperasi dan melayani pelanggan setiap hari.
Dari aktivitas berdagang tersebut, Nanda mengaku memperoleh penghasilan sekitar Rp 1 juta per hari. Angka itu merupakan penghasilan yang disampaikan pedagang, bukan keterangan mengenai keuntungan bersih setelah dikurangi modal dan biaya operasional.
Usaha yang dijalankannya berawal dari keinginan untuk memiliki lapak sendiri. Selama lima tahun, ia terus menekuni penjualan pisang dengan harapan usahanya semakin berkembang.
Penulis: Sakina Najma Wasila
Editor: Ahmad Jaelani
