KENDARI, SULTRAKU.COM – Pagelaran teater di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo (UHO) oleh jurusan sastra Indonesia yang dihadiri oleh Wakil Dekan II, Wakil Dekan II, dosen pengampu mata kuliah, serta ketua jurusan sastra Indonesia, Sastra Inggris, dan Antropologi.
Dalam pagelaran kali ini mengangkat tema gelar sastra, gelar drama hidup. Pagelaran ini menampilkan kurang lebih 50 orang mahasiswa secara keseluruhan.
Pagelaran ini pula diadakan 2 malam yakni pada 7-8 Januari 2023. Di mana pada malam pertama akan menampilkan drama tentang Aduh, Nyonya-Nyonya dan Tumirah Sang Mucikari serta malam kedua akan menampilkan drama tentang Papalele.
Persiapan yang dilakukan sampai akhirnya dipentaskan kurang lebih 5 bulan dan menghabiskan biaya sekitar Rp 15.725.000. Dana itu mereka dapatkan dari patungan sesama mahasiswa dan bantuan dari berbagai pihak.
“Mahasiswa yang ikut jadi penampil itu kurang lebih 50-an,” ujar Ketua panitia pagelaran, Arjun Saputra.
Nah, ada hal menarik dari pagelaran kali ini, di mana salah satu drama yang ditampilkan yakni Papalele itu ditulis oleh alumni sastra Indonesia yakni Mursida, di mana mendapat juara harapan 1 pada Peksiminas.
Hal tersebut tentunya menjadi sebuah kebanggan bagi dosen-dosen FIB khususnya sastra Indonesia.
Wa Ode Nur Iman selaku dosen pengampu mata kuliah pagelaran sastra menjelaskan, tersebut rutin diadakan setiap tahunnya.
Sejak 2012 sampai 2023 kegiatan selalu dilakukan, hanya pada 2021 sempat tidak diadakan karena pandemi COVID-19.
Pada sambutannya, Wa Ode Nur Iman juga menjelaskan, kegiatan bertujuan untuk mengasah kemampuan mahasiswa untuk terjun di dunia drama. Dia juga berharap nantinya kemampuan itu bisa membantu mereka di kehidupan sehari-hari.
Wa Ode Nur Iman mempunyai keinginan gedung teater di FIB untuk segera diperbaharui agar bisa digunakan ketika siang hari. Sehingga nantinya mahasiswa bisa nyaman untuk belajar.
“Satu keinginan terbesar saya, dan saya minta, semoga gedung teater ini segera diperbaharui agar nantinya juga bisa kita gunakan ketika siang hari,” harap Wa Ode Nur Iman.
Pada kesempatan yang sama Wakil Dekan II FIB, Dr. Syahrun S.Pd.,M.Si menjelaskan, pada tahun ini gedung teater tersebut akan segera diperbaiki.
“Insya Allah, gedung teater kita ini akan diperbaiki, kami sudah mengajukan permintaan dana sekitar Rp 800 juta,” ungkapnya.
Dalam pagelaran Aduh, Nyonya-Nyonya, para penampil sangat bagus, setiap mahasiswa mendalami peran sehingga pada saat pentas tidak ada kekakuan.
Pagelaran itu dicampur dengan komedi sehingga pada beberapa adegan membuat gelak tawa penonton. Penonton pagelaran juga sangat ramai, datang berbagai jurusan di FIB maupun jurusan dari fakultas lain.
Penulis: Wa Ode Fatima Azzahra
Editor: Kardin















