Edukasi

UM Kendari Perkuat Komitmen Kampus untuk Masyarakat, Tetapkan Baini sebagai Desa Binaan di Konawe

209
×

UM Kendari Perkuat Komitmen Kampus untuk Masyarakat, Tetapkan Baini sebagai Desa Binaan di Konawe

Share this article

Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari) terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang hadir dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat

Mahasiswa UM Kendari melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Foto: Ist.
Example 468x60

KENDARI, SULTRAKU.ID – Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari) terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang hadir dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), yang dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) penetapan Desa Baini, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe, sebagai Desa Binaan FISIP UM Kendari, Selasa (23/12/2025).

Example 300x600

Penetapan Desa Baini sebagai desa binaan merupakan kelanjutan dari program pengabdian berkelanjutan yang telah dilaksanakan UM Kendari sejak tahun 2024.

Pada tahun pertama, kegiatan PkM difokuskan pada pemetaan potensi dan permasalahan kerajinan desa, identifikasi produk seni dan budaya lokal, serta penguatan komunikasi antaraktor pengrajin. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar penyusunan strategi pengembangan desa pada tahun berikutnya.

Memasuki tahun kedua, UM Kendari melalui Prodi DKV mulai bergerak pada tahap implementasi dengan memberikan dukungan nyata, khususnya pada aspek dokumentasi, pengembangan desain, dan strategi pemasaran produk kerajinan desa berbasis ekonomi kreatif dan budaya lokal.

Salah satu capaian awal dari pendampingan ini adalah terbentuknya komunitas pengrajin INABAINI Craft sebagai wadah kolaborasi sekaligus penguatan identitas produk Desa Baini.

Ketua Program Studi DKV UM Kendari, Muh. Nato Alhaq menegaskan, pendekatan pengabdian yang dilakukan tidak semata-mata berorientasi pada kegiatan akademik, melainkan juga berangkat dari kesadaran etis dan tanggung jawab budaya.

“Bagi kami, desain bukan hanya soal estetika atau keterampilan teknis. Desain adalah cara bertanggung jawab dalam menjaga warisan budaya. Produk budaya lokal Sulawesi Tenggara adalah titipan leluhur yang harus dijaga agar tetap hidup dan dikenali oleh generasi masa depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, hilangnya budaya berarti hilangnya identitas generasi mendatang, khususnya bagi masyarakat Tolaki sebagai pemilik nilai-nilai budaya tersebut.

Sementara itu, Dekan FISIP UM Kendari, Patta Hindi Asis menekankan, penetapan Desa Baini sebagai Desa Binaan merupakan bentuk keseriusan institusi dalam mengimplementasikan prinsip pendidikan tinggi yang berdampak.

“MoU ini bukan sekadar dokumen kerja sama, tetapi pernyataan komitmen UM Kendari. Kami akan mendukung Desa Baini melalui riset, pengabdian masyarakat, dan pengajaran secara terintegrasi. Ke depan, kebijakan anggaran, program, serta kerja sama lintas sektor akan diarahkan untuk mendukung visi pembangunan desa,” jelasnya.

Secara operasional, kegiatan PkM tahun 2025 difokuskan pada pendataan dan dokumentasi produk kerajinan ibu-ibu Desa Baini yang selanjutnya akan disusun dalam bentuk buku katalog kerajinan, baik cetak maupun digital. Katalog tersebut diharapkan menjadi fondasi promosi, branding, dan pemasaran produk desa secara berkelanjutan.

Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa lintas keahlian, di antaranya Sriwidyah Rosalina Bst (digital branding), Billy Fiberius (fotografi), Suwarjono (fotografi jurnalistik), serta La Ode Muh. Abdi (arsitektur publik). Kolaborasi lintas disiplin ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan tridharma perguruan tinggi.

Kepala Desa Baini, Edi Syahputra, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kepercayaan UM Kendari menjadikan Desa Baini sebagai Desa Binaan.

“Kami merasa sangat dihargai. Apalagi kegiatan ini didampingi oleh dosen-dosen berprestasi nasional di bidang digital marketing dan fotografi. Ini menjadi motivasi besar bagi desa kami yang tengah menyiapkan diri sebagai Desa Wisata dengan unggulan hutan pinus dan kerajinan masyarakat,” ungkapnya.

Ke depan, Prodi DKV UM Kendari akan melanjutkan pendampingan melalui pengembangan motif dan desain kerajinan dengan pendekatan klasik dan modern. Produk Desa Baini diharapkan mampu menjawab kebutuhan sektor pariwisata, seni, dan budaya.

Upaya pemasaran juga akan diperkuat melalui dukungan mahasiswa DKV UM Kendari yang memiliki kompetensi desain, digital marketing, serta penguasaan bahasa Mandarin, Jepang, dan Inggris, sehingga produk kerajinan Desa Baini berpeluang menembus pasar internasional melalui platform digital dan media sosial global.

Melalui program ini, UM Kendari menegaskan posisinya sebagai kampus berdampak yang tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui pembangunan berbasis kearifan lokal.

Penulis: Erni Yanti
Editor: Kardin

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *