Metro

Ramai Bendera Hitam One Piece di Medsos, GMNI Sultra Kobarkan Perlawanan dengan Merah Putih

1308
×

Ramai Bendera Hitam One Piece di Medsos, GMNI Sultra Kobarkan Perlawanan dengan Merah Putih

Share this article
Kegiatan Camp Kebangsaan Merah Putih yang dilaksanakan oleh DPD GMNI SULTRA, foto: gede suyana sriski/telisik
Example 468x60

KENDARI, SULTRAKU.ID – Ramainya bendera hitam “One Piece” di media sosial menuai perhatian. Menyikapi hal itu, Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Sulawesi Tenggara menggelar Camp Kebangsaan Merah Putih sebagai bentuk konsistensi perjuangan ideologi nasionalis di HUT RI ke-80.

Kegiatan Camp Kebangsaan Merah Putih berlangsung pada 15 hingga 16 Agustus 2025 di Kolam Retensi Boulevard, Kendari. Acara ini mengusung tema “Dalam Rangka Menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-80 dan Indonesia Bersatu”.

Example 300x600

Agenda kegiatan mencakup pembentangan bendera Merah Putih, pembagian bendera kepada masyarakat, senam sore bersama, hingga diskusi kebangsaan. Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Ikatan Senam Dance Mix Indonesia Sulawesi Tenggara.

Koordinator acara, Al Amin, menyebut bahwa kegiatan ini menjadi ruang refleksi perjuangan kemerdekaan bagi kader GMNI maupun masyarakat Sulawesi Tenggara.

“Pentingnya kader GMNI menerapkan semangat perjuangan Bung Karno serta para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangan kemerdekaan, tak lupa dengan kesadaran ideologis yang kuat,” ujar Amin, Sabtu (16/8/2025).

Sekretaris DPD GMNI Sultra, Hasir, menekankan bahwa kegiatan ini juga menjadi respons atas isu yang ramai di media sosial mengenai bendera hitam “One Piece”. Ia menilai isu itu berpotensi menimbulkan spekulasi yang tidak sehat di tengah masyarakat menjelang HUT kemerdekaan.

“Menjelang mendekati bulan kemerdekaan, banyak penggiringan isu yang tersebar dibeberapa media sosial terkait pemasangan bendera berwarna hitam ‘one piace’ dikalangan masyarakat. Tentu ini menimbulkan asumsi liar dan tanda tanya besar besar,” kata Hasir.

Selain itu, Hasir menegaskan bahwa Camp Kebangsaan Merah Putih juga menjadi ruang konsolidasi kader pasca Kongres GMNI XXII di Bandung.

“Kegiatan Camp Kebangsaan ini juga sebetulnya menjadi ajang silaturahmi para anggota dan kader pasca Kongres GMNI Ke XXII di kota bandung untuk kembali mempersatukan ide dan gagasan kawan kawan atas konflik perpecahan yang timbul di tubuh GMNI,” tambah Hasir.

Sementara, Ketua DPD GMNI Sultra, Rio, menegaskan pentingnya penyelesaian konflik internal organisasi. Ia mengingatkan bahwa konflik kepemimpinan yang berlarut dapat merusak kepercayaan mahasiswa terhadap GMNI.

“Konflik 3 kepemimpinan di tubuh GMNI dapat selesai secepatnya untuk melakukan persatuan sebab konflik ini jika terus dipelihara dapat menurunkan tingkat kepercayaan mahasiswa khusus pada saat PPAB. Oleh karena itu, kami berharap seluruh anggota dan kader harus tetap produktif, bebas aktif solidkan barisan untuk kembali dalam rel persatuan agar fokus isu-isu strategis,” tegas Rio.

Rio juga menekankan bahwa kemerdekaan sejati belum sepenuhnya tercapai. “Momentum 17 agustus ini kita diingatkan kembali bahwa kemerdekaan sejati belum selesai selama rakyat masih tertindas, pendidikan belum merata, dan keadilan sosial belum sepenuhnya ditegakkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan kembali peran GMNI dalam menjaga kedaulatan bangsa. “GMNI harus berdikari untuk memastikan jembatan emas itu tidak runtuh.

Kami, kader-kader marhaenis, meneguhkan diri untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan bangsa dan menuntaskan cita-cita proklamasi. Tidak ada ruang bagi penjajahan gaya baru, oligarki yang menindas rakyat, atau kepentingan sempit yang memecah belah persatuan nasional,” pungkas Rio.

Menutup pernyataannya, Rio mengajak seluruh elemen GMNI dari tingkat Dewan Pimpinan Komisariat (DPK), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), hingga alumni untuk kembali bersatu.

“Mari satukan langkah, bulatkan tekad, dan kobarkan semangat perjuangan kepada seluruh elemen GMNI, mulai dari DPK, DPC, DPD, hingga senior Alumni GMNI, untuk menyatukan kepentingan dan tetap setia dan kembali ke rel perjuangan,” tutup Rio.

Penulis: Gede Suyana Sriski
Editor: Ahmad Jaelani

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *