KENDARI, SULTRAKU.ID – Terobosan besar kembali dicapai Rumah Sakit Jantung, Pembuluh Darah dan Otak (RSJPDO) Oputa Yi Koo Provinsi Sulawesi Tenggara.
Setelah sukses melaksanakan operasi bypass jantung perdana pada Desember 2024 lalu, kini RS unggulan milik Sultra itu kembali mencetak sejarah dengan keberhasilan operasi clipping aneurisma otak pertama di daerah ini.
Langkah medis yang sangat kompleks ini dipimpin langsung oleh dr. Laode Maly Ray, Sp.BS, FINPS, FINSS, dokter bedah saraf berdomisili di Sultra, dengan pendampingan dari tim ahli bedah saraf RS Pusat Otak Nasional (RS PON) Jakarta.
Direktur RSJPDO Oputa Yi Koo, dr. Al Gazali, menyampaikan bahwa keberhasilan operasi ini sekaligus menegaskan kesiapan rumah sakit yang dibangun atas inisiatif Pemprov Sultra ini dalam menjadi pusat layanan jantung dan stroke terpadu, setara dengan rumah sakit besar nasional.
“Operasi berjalan lancar sejak pagi hingga siang, dan malam harinya pasien sudah sadar. Ini menandai lompatan besar layanan medis di Sultra, terutama di bidang jantung dan saraf,” tegas dr. Al Gazali, Jumat (31/5/2025).
Operasi clipping aneurisma merupakan tindakan bedah terbuka untuk mengatasi pembengkakan dinding pembuluh darah otak yang berisiko pecah. Menurut dr. Abrar Arham dari RS PON, tindakan ini sangat penting untuk mencegah perdarahan otak yang bisa berujung kematian.

Pasien yang menjalani operasi ini sebelumnya mengalami gejala stroke dan telah menjalani penanganan intensif di RSJPDO sejak 29 Mei 2025. Kini kondisinya sudah stabil dan menjalani pemulihan.
Selain fasilitas bedah saraf, RSJPDO juga telah lebih dulu menunjukkan keunggulannya dalam layanan jantung dan pembuluh darah, termasuk operasi bypass dan penanganan penyakit jantung akut.
“Alhamdulillah, semua ini berkat peralatan medis mutakhir yang kini telah dimiliki rumah sakit kami, termasuk mikroskop bedah, CT scan, hingga alat intervensi jantung modern. Masyarakat Sultra tidak perlu ke Jakarta, Makassar, atau Surabaya lagi,” tegas dr. Al Gazali.
Sejak berdiri, RSJPDO Oputa Yi Koo telah menjalin kemitraan strategis dengan berbagai rumah sakit top nasional, seperti RS PON, RS Harapan Kita, dan RSUP Dr. Sardjito.
Ke depan, kerja sama juga akan diperluas dengan RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk memperkuat jejaring layanan jantung dan stroke di kawasan timur Indonesia.
Menariknya, dari sisi sumber daya manusia, rumah sakit ini juga terus diperkuat. Saat ini terdapat tiga dokter bedah jantung dan dua dokter bedah saraf aktif, menjadikan RSJPDO sebagai rumah sakit dengan tenaga spesialis lengkap di Sultra untuk penanganan penyakit jantung, pembuluh darah, dan otak.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, bahkan turut memberikan apresiasi atas capaian ini. Ia menyebut Sultra kini resmi menjadi provinsi ke-30 yang mampu melakukan operasi clipping aneurisma secara mandiri.
“Stroke adalah penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Kehadiran rumah sakit seperti RSJPDO yang mampu menangani kasus kompleks sangatlah penting,” ujar Menkes.
Ke depan, RSJPDO Oputa Yi Koo ditargetkan menjadi rumah sakit rujukan regional untuk wilayah Indonesia Timur, khususnya dalam penanganan jantung, stroke, dan pembuluh darah, dengan dukungan fasilitas kelas nasional namun tetap mudah diakses masyarakat lokal.
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Ahmad Jaelani















