Metro

FIB UHO Dorong Kajian Humaniora Tetap Relevan di Tengah Kemajuan AI

449
×

FIB UHO Dorong Kajian Humaniora Tetap Relevan di Tengah Kemajuan AI

Share this article
FIB UHO gelar seminar internasional selama 2 hari di hotel Zahra Syariah Kendari. Foto: Ana/Sultraku
Example 468x60

KENDARI, SULTRAKU.ID — Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Halu Oleo (UHO) kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan dunia akademik yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Melalui The 3rd International Seminar on Language, Literature, Culture and Education (ISLLCE), FIB UHO mengangkat tema menarik: “Re-imagining Language, Literature, Culture, and Education in the Age of Artificial Intelligence.”

Example 300x600

Seminar yang digelar di Hotel Zahra Syariah Kendari, 22–23 Oktober 2025, ini menjadi wadah bertemunya akademisi dari berbagai negara untuk membahas tantangan bidang humaniora di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Dekan FIB UHO, Prof. Dr. Akhmad Marhadi, menyampaikan bahwa dunia pendidikan dan kebudayaan perlu menyesuaikan diri tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan.

“Teknologi boleh maju, tapi nilai moral dan kemanusiaan tidak boleh tertinggal. Humaniora tetap harus jadi penuntun arah di era digital,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).

Menurutnya, seminar ini bukan sekadar ajang ilmiah, tetapi juga ruang untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam penelitian dan publikasi di bidang humaniora.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UHO, Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, yang membuka acara tersebut, mengingatkan bahwa AI kini telah menjadi tantangan nyata di dunia pendidikan.

“Mahasiswa bisa menulis tugas dalam hitungan menit pakai AI. Tantangan kita adalah memastikan mereka tetap berpikir kritis dan orisinal,” katanya.

Seminar ini menghadirkan sejumlah pembicara internasional seperti Sherri D. Harvey dari San Jose State University (Amerika Serikat), Massimiliano Gaudiosi dari University of Naples “Federico II” (Italia), Akas Jha (Founder Bytegenic dan MAARG Mentor), serta akademisi dari Indonesia dan Filipina.

Kegiatan berskala internasional ini diikuti peserta dari dalam dan luar negeri. Selain membahas pengaruh AI terhadap bahasa, sastra, dan budaya, forum ini juga menjadi ruang bertukar pengalaman dan gagasan agar bidang humaniora tetap relevan di era serba digital.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin UHO semakin dikenal secara global sebagai kampus yang aktif berdialog dengan dunia,” tutup Prof. Marhadi.

Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Ahmad Jaelani

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *