Metro

Minat Masyarakat dengan Rujak Jambu Kristal di Kendari Kini Anjlok Hingga 80 Persen

35
×

Minat Masyarakat dengan Rujak Jambu Kristal di Kendari Kini Anjlok Hingga 80 Persen

Share this article
Penjual rujak jambu kristal di Kendari tetap melayani pembeli meski penjualan mengalami penurunan drastis. Foto: Annisa Putri/Primasultra
Example 468x60

KENDARI, PRIMASULTRA.COM – Penjualan rujak jambu kristal milik Mahalli, seorang pedagang di Kota Kendari, mengalami penurunan signifikan hingga mencapai 80 persen dalam beberapa waktu terakhir.

Mahalli yang berjualan di Jalan Letjen Suprapto, Mandonga, Kota Kendari, tetap menjalankan aktivitas dagangnya meski jumlah pembeli tidak sebanyak sebelumnya. Usaha rujak yang telah digelutinya selama kurang lebih enam tahun itu masih menjadi sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Example 300x600

Ia mengungkapkan, sebelumnya mampu menjual hingga ratusan porsi rujak dalam sehari. Namun, kondisi tersebut berubah karena jumlah pembeli mengalami penurunan.

“Dahulu saya bisa menjual sampai 200 porsi rujak per hari, sedangkan sekarang hanya sekitar 40 porsi per hari,” ujar Mahalli dengan wajah sedih kepada primasultra.com, Kamis (11/6/2026).

Mahalli menjelaskan, rujak yang dijualnya menggunakan bahan utama berupa nanas dan jambu kristal. Untuk menjaga kualitas buah yang digunakan, bahan tersebut didatangkan dari Jawa dan Lampung. Setiap porsi rujak dijual dengan harga Rp20.000.

Menurut Mahalli, dirinya memilih berjualan rujak karena makanan tersebut cukup diminati masyarakat serta memiliki peluang usaha yang menjanjikan. Setiap hari ia mulai membuka dagangan sejak pukul 09.00 hingga 17.00 Wita.

Saat ini, dalam sehari Mahalli hanya mampu menjual sekitar 40 porsi rujak. Penurunan penjualan tersebut membuat pendapatannya ikut berkurang dibandingkan sebelumnya.

Selain menghadapi penurunan jumlah pembeli, Mahalli juga harus menghadapi berbagai kendala selama berjualan. Cuaca menjadi salah satu tantangan yang sering ia alami, terutama ketika hujan deras disertai angin kencang yang dapat membuat gerobak dagangannya terbalik.

Ia juga harus memperhatikan kondisi buah yang dijual setiap hari. Jambu kristal yang tidak habis terjual dapat mengalami perubahan tekstur menjadi lembek sehingga kurang menarik bagi pelanggan.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat Mahalli berhenti menjalankan usahanya. Ia tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan dan menjaga kebersihan dagangannya.

Karena berjualan di pinggir jalan yang berhadapan langsung dengan debu serta polusi kendaraan, Mahalli rutin membersihkan gerobaknya. Ia mengaku membersihkan tempat jualannya setiap lima menit sekali agar kebersihan rujak tetap terjaga.

Dengan ketekunan menjalankan usaha tersebut, Mahalli berharap penjualan rujaknya kembali meningkat dan usahanya dapat terus bertahan. Ia juga berharap rujak jambu kristal yang dijualnya tetap menjadi salah satu pilihan makanan bagi masyarakat Kota Kendari.

Penulis: Annisa Putri
Editor: Ahmad Jaelani

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *