KENDARI, SULTRAKU.COM – Menjelang Pemilu 14 Februari 2024, Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kendari, Yozua, mengingatkan agar masyarakat menciptakan pemilu yang damai serta menggunakan hak pilihnya dengan bijak.
“14 hari menuju pemilu, kami mengajak agar seluruh elemen masyarakat khususnya kaum muda, bergandengan menciptakan pemilu yang damai. Jelang pemilu banyak sekali isu yang bisa dikembangkan baik itu hoaks maupun isu SARA yang bisa menurunkan kualitas demokrasi. Jangan sampai kita terjebak di dalam permainan-permainan yang membuat kegaduhan,” tegasnya.
Selain itu, Yozua mengungkapkan bahwa yang paling utama adalah menggunakan hak pilih dengan bijak yang dititikberatkan kepada kaum-kaum muda.
Maraknya praktek money politics jelang pemilu juga menjadi perhatian bersama, karena praktek ini menjadi kebudayaan yang dihalalkan di lingkungan kita.
“Kalau kita lihat data per Januari ini, ternyata masih ada kurang lebih 80 persen pemuda bimbang dengan pilihan calon legislatif yang akan dipilih. Jangan sampai kebimbangan ini mendorong pemuda memilih berdasarkan siapa yang paling besar serangan fajarnya, bukan lagi berdasarkan ide dan gagasannya,” ujarnya prihatin.
Bahkan kebimbangan ini mungkin bisa mendorong pemuda untuk tidak menggunakan hak pilihnya dalam memilih caleg. Padahal pemuda menjadi penentu dalam pemilu tahun ini, sehingga kita harus menjadi anak muda yang bisa menciptakan kondisi damai saat pemilu dan menjadi pemilih yang cerdas dengan menggunakan hak pilih serta bersama-sama menolak berbagai praktek money politics.
Yozua berharap, semoga pemilu tahun ini dapat berjalan dengan damai, aman sentosa, sehingga tercipta demokrasi yang sehat dan menghasilkan pemimpin atau wakil rakyat yang amanah dan bertanggung jawab untuk kemajuan negara hingga daerah.
Penulis: Febry Jahra Lestiani
Editor: Haerani Hambali















