Metro

Penjual Bakso di Kendari Ini Bertahan Hampir Satu Dekade

29
×

Penjual Bakso di Kendari Ini Bertahan Hampir Satu Dekade

Share this article
Di balik gerobak baksonya, Dimas melayani pembeli sambil mempertahankan usaha yang telah dirintis sembilan tahun. Foto: Wayan Marwati/Primesultra
Example 468x60

KENDARI, PRIMESULTRA.COM – Menjalankan usaha kecil selama bertahun-tahun bukan perkara mudah.

Perubahan kondisi ekonomi, persaingan usaha kuliner, hingga naik turunnya daya beli masyarakat menjadi tantangan yang harus dihadapi para pelaku usaha setiap hari.

Example 300x600

Kondisi itu pula yang dialami Dimas, penjual bakso gerobak di Jalan Bina Guna, Kelurahan Kemaraya, Kota Kendari.

Sejak memulai usahanya pada 2016, Dimas memilih tetap bertahan dengan menjual bakso menggunakan gerobak. Selama hampir sembilan tahun, ia menjalani rutinitas yang sama demi mempertahankan usahanya di tengah dinamika perekonomian.

Aktivitasnya dimulai sejak pukul 05.00 Wita. Waktu tersebut digunakan untuk menyiapkan bahan baku, meracik adonan, hingga mempersiapkan seluruh perlengkapan dagangan.

Setelah seluruh persiapan selesai sekitar pukul 09.00 Wita, ia mulai melayani pelanggan sejak pukul 10.00 Wita.

Bakso yang dijualnya menjadi salah satu pilihan masyarakat dari berbagai kalangan. Anak-anak, pelajar, pekerja, hingga orang dewasa datang untuk menikmati menu tersebut.

Dengan harga mulai Rp 15.000 per porsi, Dimas mengaku mampu menjual sekitar 50 hingga 60 porsi dalam sehari, bergantung pada jumlah pelanggan yang datang.

Menurut Dimas, tantangan terbesar dalam menjalankan usaha bukan terletak pada proses membuat bakso, melainkan menghadapi jumlah pembeli yang berubah setiap hari. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha harus mampu menyesuaikan diri dengan situasi pasar tanpa mengurangi kualitas produk yang disajikan.

Ia juga mengamati adanya perubahan pola belanja masyarakat setiap bulan. Ketika memasuki masa penerimaan gaji, jumlah pelanggan umumnya meningkat karena daya beli masyarakat sedang baik.

Sebaliknya, menjelang akhir bulan, jumlah pembeli cenderung menurun seiring masyarakat mulai membatasi pengeluaran.

Meski menghadapi kondisi tersebut, Dimas memilih tetap menjalankan usahanya seperti biasa. Baginya, menjaga kualitas makanan dan memberikan pelayanan yang baik merupakan bagian penting untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan.

“Yang penting tetap berusaha dan menjaga kualitas rasa agar pelanggan tetap datang,” ujar Dimas saat diwawancarai, Selasa (16/7/2026).

Prinsip tersebut terus dipegang selama menjalankan usahanya. Di tengah perubahan kondisi ekonomi dan persaingan usaha kuliner, ia tetap mempertahankan kualitas rasa sebagai upaya menjaga pelanggan yang telah mengenal dagangannya selama bertahun-tahun.

Penulis: Wayan Marwati
Editor: Ahmad Jaelani

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *