Metro

Ojek Pangkalan Kendari Tergeser Ojol, Penghasilan Turun Tapi Tetap Bertahan

29
×

Ojek Pangkalan Kendari Tergeser Ojol, Penghasilan Turun Tapi Tetap Bertahan

Share this article
Seorang ojek pangkalan sedang menunggu penumpang, di Mandonga, Jalan Dr.Sam Ratulangi, Kendari. Foto: Alvito Dinova/Primasultra
Example 468x60

KENDARI, PRIMESULTRA.COM – Kehadiran transportasi online membuat kebiasaan masyarakat dalam menggunakan jasa angkutan berubah.

Banyak warga kini memilih memesan kendaraan melalui aplikasi karena dinilai lebih mudah dan cepat. Meski begitu, ojek pangkalan masih tetap bertahan, termasuk di Kota Kendari.

Example 300x600

Salah satu pengemudi ojek pangkalan yang masih setia menjalani profesinya adalah Tomi. Selama tiga hingga empat tahun terakhir, ia mencari nafkah dengan menunggu penumpang di pangkalan setiap hari.

Sebelum menjadi tukang ojek, Tomi bekerja sebagai pekerja proyek (buruh). Namun, seiring bertambahnya usia dan kondisi kesehatannya yang mulai menurun, ia memutuskan berhenti karena merasa sudah tidak sanggup lagi mengerjakan pekerjaan berat.

“Kalau proyek sudah tidak kuat lagi karena faktor usia dan kesehatan. Jadi saya memilih jadi tukang ojek supaya tetap bisa bekerja dan mencari nafkah,” ujarnya kepada primesultra.com, Rabu (12/7/2026).

Tomi mengatakan menjadi tukang ojek adalah pekerjaan yang masih bisa ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Hampir setiap pagi hingga sore, ia menunggu di pangkalan dengan harapan ada penumpang yang datang.

Dalam sehari, Tomi biasanya membawa pulang penghasilan sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu. Tarif yang dipasang juga relatif terjangkau, yakni Rp 7 ribu untuk sekali jalan dan Rp 10 ribu untuk perjalanan pulang-pergi.

Namun, penghasilan tersebut tidak selalu didapat setiap hari. Banyaknya penumpang sangat bergantung pada kondisi di lapangan. Sejak transportasi online semakin banyak digunakan masyarakat, jumlah pelanggan ojek pangkalan terus berkurang.

“Dulu penumpang lebih banyak. Sekarang banyak yang pesan lewat aplikasi, jadi kami harus lebih sabar menunggu pelanggan,” katanya.

Menurut Tomi, ada hari-hari ketika ia hanya mendapatkan sekitar lima penumpang. Bahkan, tidak jarang jumlahnya lebih sedikit. Meski demikian, ia tetap datang ke pangkalan karena pekerjaan itu menjadi satu-satunya sumber penghasilan keluarganya.

Penulis: Andre Yudha Pratama
Editor: Ahmad Jaelani

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *