Metro

Kisah Tukang Parkir Asal Bogor Usia Senja Bertahan Cari Nafkah di Kendari

15
×

Kisah Tukang Parkir Asal Bogor Usia Senja Bertahan Cari Nafkah di Kendari

Share this article
Odea Asanudin sedang bekerja mengatur kendaraan di kawasan Jalan Suprapto, Mandonga, Kota Kendari. Foto: Andre Yudha Pratama/Primesultra
Example 468x60

KENDARI, PRIMESULTRA.COM – Di usia 67 tahun, Odea Asanudin tetap bekerja sebagai tukang parkir di Kendari demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan penuh syukur.

Pada usianya yang tidak lagi muda, Odea Asanudin masih menjalani aktivitas sebagai tukang parkir di kawasan Jalan Suprapto, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari. Pria asal Bogor itu telah menekuni pekerjaan tersebut selama sekitar tujuh tahun sejak memutuskan menetap di Kota Kendari.

Example 300x600

Sebelum merantau ke Sulawesi Tenggara, Odea telah lebih dahulu bekerja sebagai tukang parkir di kampung halamannya di Bogor. Ketika berpindah ke Kendari, ia memilih melanjutkan profesi yang telah lama digelutinya sebagai sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Setiap pagi, Odea mulai bekerja sekitar pukul 08.00 hingga 08.30 Wita. Ia mengatur kendaraan yang keluar masuk area parkir di Jalan Suprapto dan biasanya mengakhiri pekerjaannya sekitar pukul 16.00 hingga 17.00 Wita.

Di sela-sela aktivitasnya, Odea mengenang pernah mencoba pekerjaan lain. Saat berusia 58 tahun, ia sempat menjadi kuli proyek. Namun, pekerjaan tersebut tidak bertahan lama karena kondisi fisiknya tidak mampu mengikuti beratnya pekerjaan.

“Saya pernah kerja proyek, tapi badan sering sakit setiap malam. Akhirnya saya kembali jadi tukang parkir,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (21/7/2026).

Sejak kembali menjadi tukang parkir, Odea mengaku lebih mampu menyesuaikan pekerjaannya dengan kondisi fisik yang dimilikinya. Meski demikian, penghasilan yang diperoleh setiap hari tidak menentu.

Saat kondisi ramai, ia bisa membawa pulang sekitar Rp 80 ribu dalam sehari. Namun ketika jumlah kendaraan yang parkir berkurang, pendapatannya bisa turun menjadi sekitar Rp 30 ribu bahkan kurang dari jumlah tersebut.

Menurut Odea, penghasilan itu belum selalu mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya. Kendati demikian, ia tetap menjalani pekerjaannya dengan penuh rasa syukur dan tidak mengeluhkan keadaan yang dihadapinya.

“Tetap bersyukur atas rezeki yang diberi Tuhan,” katanya.

Odea kini hidup seorang diri dan tidak memiliki istri. Seluruh kebutuhan hariannya dipenuhi dari hasil bekerja sebagai tukang parkir. Baginya, pekerjaan tersebut menjadi tumpuan utama untuk bertahan hidup di Kota Kendari.

Meski usia terus bertambah, semangat Odea untuk bekerja tidak surut. Setiap hari ia tetap hadir di lokasi parkir untuk membantu mengatur kendaraan sekaligus menjaga ketertiban di kawasan tersebut.

Ia berharap masih diberi kesehatan agar dapat terus bekerja dan memperoleh rezeki yang lebih baik pada masa mendatang.

“Semoga ke depannya tambah banyak yang parkir, dimudahkan rezekinya, diberi kesehatan, dan umur panjang untuk menjalani pekerjaan ini,” harapnya.

Penulis: Andre Yudha Pratama
Editor: Ahmad Jaelani

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *