KENDARI, SULTRAKU.COM – Dalam rangka regenerasi kepemimpinan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar Muktamar XIX dengan tema “Merayakan Kebhinekaan”.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Kendari, tanggal 21 – 23 Oktober 2021.
“Tujuan Muktamar ini mau tidak mau bagian dari proses pergantian kepemimpinan, juga merencanakan kegiatan-kegiatan lain yang perlu kita implementasikan,” kata Ketua Panitia Pelaksana Muktamar, Zaki Nugraha kepada awak media, Selasa (19/10/2021) malam.
Tema Merayakan Kebhinekaan, kata Zaki, merupakan reflektif dari kalangan kader IMM, agar mampu memaknai perbedaan sebagai kekuatan dan saling melengkapi satu sama lain, bukan malah memperuncing perbedaan yang menyebabkan kerenggangan antar elemen bangsa.
Zaki menjelaskan, pembukaan Muktamar akan dihadiri Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo (live via zoom), Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si, Ketua MPR RI Dr. H. Zulkilfi Hasan, Menteri Koordinator PMK Muhadjir Effendy, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan dari daerah akan hadir Gubernur Sultra H. Ali Mazi SH. serta Kapolda Sultra Irjen Pol Drs Yan Sultra Indrajaya SH.
Direncanakan Presiden Joko Widodo yang akan membuka kegiatan tersebut live via zoom.
“Sejauh ini yang terkonfirmasi hadir itu Pak Presiden live via zoom tapi besar harapan kami beliau juga hadir di Kendari. Yang membuka Pak Presiden live via zoom,” kata Zaki.
Sementara itu, Ketua Panitia Lokal, Muhammad Resky menjelaskan bahwa dalam melaksanakan kegiatan ini, panitia telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Satgas COVID-19 Provinsi Sultra sampai Polda Sultra.
“Untuk teknis kesehatannya, kita sudah rapat bersama Satgas COVID-19 Provinsi Sultra dan Polda Sultra terkait dengan berlangsungnya kegiatan dari pra, pembukaan dan akhir kegiatan. Alhamdulillah kalau rekomendasi Satgas sih dapat, begitupun dari Polda Sultra,” kata Muhammad Resky.
Lebih lanjut Resky menjelaskan bahwa komunikasi yang dibangun bersama Polda Sultra adalah soal COVID-19 dan keamanan kegiatan.
“Polda juga akan membantu Satgas COVID-19 dan keamanan internal kita dalam rangka mengamankan Muktamar kali ini. Kemungkinan besar Polda Sultra akan bangun satu posko keamanan, membantu teman-teman keamanan internal dari Muhammadiyah,” jelas Resky.
Dalam kegiatan ini, seluruh peserta harus dapat menunjukkan bukti vaksinasi melalui aplikasi PeduliLindungi dan bukti swab baik PCR maupun antigen. Jadi sebelum memasuki forum, seluruh peserta harus melakukan swab antigen.
“Untuk yang hasilnya reaktif, komunikasi kita dengan satgas COVID-19 kemarin itu sudah disiapkan di SMA Angkasa untuk karantina mandiri yang mungkin ada gejala ringan, gejala berat dll,” lanjut Resky.
Muktamar akan dihadiri oleh utusan kader IMM dari seluruh Indonesia yang berjumlah 454 orang.
“Untuk peserta penuh selama berlangsungnya kegiatan ditempatkan di Claro semua dan komitmen kita untuk mencegah COVID-19, peserta tidak boleh keluar masuk,” pungkas Resky. (B)















