Metro

Gerakan Pangan Murah Kendari, Sekda Sulawesi Tenggara Ungkap Solusi Kekhawatiran Warga pada Elnino

166
×

Gerakan Pangan Murah Kendari, Sekda Sulawesi Tenggara Ungkap Solusi Kekhawatiran Warga pada Elnino

Share this article
Example 468x60

KENDARI, SULTRAKU.COM – Dalam rangka memperingati hari pangan sedunia, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, kembali menggelar gerakan pangan murah. Kegiatan ini didukung oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang dilaksakanan serentak secara nasional, untuk Sulawesi Tenggara serentak di 17 kabupaten/kota.

Tujuan gerakan pangan murah ini untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan pokok di tingkat produsen dan konsumen, juga memberikan kemudahan aksesbilitas pangan bagi masyarakat.

Example 300x600

Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi menyampaikan, 640 ribu ton beras harus terbagi habis dalam 3 bulan untuk 21,3 juta KPM, ini tugas yang diberikan presiden bersama Bulog.

”Seluruh pimpinan daerah yang tidak memiliki beras baik di pasar tradisional maupun pasar modern, silahkan menghubungkan Bulog terdekat. Kita sisir semua menggunakan beras SPHP dan menjual dengan eceran tertinggi yang sudah disampaikan,” tuturnya.

Arief Prasetyo Adi juga menghimbau kepada Dirjen untuk menyampaikan kepada seluruh importir, agar melakukan penugasan sesuai yang disampaikan, harganya stabililasi pangan nasional akan mereview sehingga tidak perlu khawatir akan rugi dan stok tolong dipenuhi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Tenggara, Ari Sismanto juga mengatakan, persediaan beras untuk pasar murah ini berlangsung dua hari yakni 18 ton, 9 ton per harinya yang bertempat di Graha Gor Apriani Rahayu tepatnya di Jalan Sao-Sao, Kendari, Senin (16/10/2023).

Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Tenggara, Asrun Lio juga menjelaskan, tujuan gerakan pangan murah ini untuk mendekatkan masyarakat berbelanja tentunya yang lebih murah untuk mencukupi kebutuhan pokoknya, intinya kalau harga di pasar stabil ekonomi makro berjalan dengan baik inflasi dapat terkendali.

Asrun Lio juga menanggapi dampak elnino terhadap ketersediaan pangan, agar masyarakat tidak perlu khawatir akan dampak berlebih dari kekeringan, karena pihak pemerintah akan mengupayakan yang terbaik.

“Iya kita lihat kekeringan ini berada di beberapa tempat yah, di lahan seluas sekitar 219 hektare yang ada di Kabupaten Bombana, dan Konawe. Tapi kan kita juga punya teknologi untuk mengatasi itu, misalnya dengan melakukan pengairan dengan mendatangkan air di lokasi-lokasi kompanisasi dan bahkan melalui kompanisasi atau melalui badan penanggulangan bencana,” katanya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengupayakan ketersediaan stok pangan bagi masyarakat.

“Kami juga sedang melakukan percepatan, bagaimana kita melakukan umpanisasi itu lebih cepat lagi di daerah-daerah yang sedang berdampak,” tambahnya.

Penulis: Rosmawati
Editor: Kardin

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *